Jangan Asal Pasang! Ini Regulasi Guiding Block di Indonesia yang Perlu Diketahui

Daftar Isi

Pernah melihat guiding block justru mengarah ke tiang, pohon, atau bahkan jalur berhenti di tengah jalan?

Kesalahan seperti ini masih sering kita jumpai pada area pedestrian, karena pemasangan guiding block dilakukan tanpa memahami standar dan regulasi yang benar.

Regulasi guiding block di Indonesia sendiri mengatur berbagai hal, mulai dari pola tactile, warna kontras, posisi pemasangan, hingga keamanan permukaan.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami regulasi guiding block di Indonesia, standar pemasangan yang benar, kesalahan yang masih sering terjadi, hingga tips memilih guiding block yang sesuai untuk area pedestrian dan fasilitas publik.

Guiding Block Itu Apa?

Guiding block adalah jalur pemandu khusus yang dipasang pada area pedestrian untuk membantu penyandang tunanetra saat berjalan di fasilitas publik.

Adapun guiding block type line (Go) digunakan sebagai penunjuk arah berjalan, sedangkan type dot (Stop) berfungsi sebagai isyarat peringatan seperti adanya persimpangan, tangga, atau titik berhenti.

Regulasi Guiding Block di Indonesia

Infografis standar guiding block dot dan line di Indonesia

Pemasangan guiding block di Indonesia tidak boleh dilakukan sembarangan. Jalur pemandu ini merupakan bagian dari fasilitas aksesibilitas publik yang diatur dalam beberapa regulasi pemerintah untuk mendukung keamanan dan kenyamanan penyandang disabilitas

Adapun berikut adalah beberapa poin penting perihal regulasi serta standar teknis pemasangan guiding block di Indonesia:

1. Landasan Hukum Utama

  • UU No. 8 Tahun 2016: Menjamin hak aksesibilitas infrastruktur publik bagi penyandang disabilitas.
  • Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017: Menggantikan Permen PU No. 30/PRT/M/2006 sebagai acuan teknis utama desain fasilitas kemudahan pada bangunan gedung dan lingkungan.
  • PP Nomor 42 Tahun 2020: Tentang Aksesibilitas Terhadap Permukiman, Pelayanan Publik, dan Perlindungan dari Bencana Bagi Penyandang Disabilitas
  • SNI 8153:2015: Dokumen Standar Nasional Indonesia yang merinci spesifikasi teknis ubin taktil.

2. Standar Desain Motif dan Fungsi

  • Guiding block type line/Go (tekstur garis sejajar): Berfungsi sebagai tanda pengarah. Pola ini menunjukkan jalur yang aman untuk terus berjalan.
  • Guiding block type dot/Stop (tekstur titik/bulat): Berfungsi sebagai isyarat peringatan. Pola ini menandakan pengguna harus berhenti atau waspada karena adanya perubahan situasi pada jalur.

3.  Ketentuan Penempatan Guiding Block Peringatan (type dot/Stop)

Sesuai dengan dokumen teknis Kementerian PUPR, tactile bertekstur titik/bulat wajib dipasang pada lokasi berikut:

  • Di jalur persimpangan antara jalur pemandu atau belokan.
  • Di depan pintu masuk dan keluar bangunan utama.
  • Di depan jalur lalu lintas kendaraan atau persimpangan jalan.
  • Di area sebelum dan sesudah tangga atau perbedaan ketinggian lantai.
  • Di pintu masuk/keluar halte, peron stasiun, atau terminal transportasi umum.

4. Spesifikasi Fisik dan Ukuran Standar

Agar tekstur ubin pemandu bisa terasa dengan mudah oleh tongkat atau telapak kaki penyandang tunanetra, pastikan ubin memenuhi kriteria berikut:

  • Ukuran standar: Menggunakan dimensi 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 cm.
  • Ketinggian Tekstur Timbul: Ketinggian minimal 5 mm agar spasi teksturnya bisa dirasakan dengan jelas.
  • Lebar jalur pemandu: Memiliki total lebar minimal 30 cm hingga 60 cm di atas trotoar.
  • Warna: Gunakan warna yang kontras dengan warna ubin eksisting seperti kuning, jingga, atau warna lainnya sehingga mudah dikenali oleh penyandang gangguan penglihatan yang hanya mampu melihat sebagian (low vision).
  • Material: Harus terbuat dari bahan yang kuat, tahan cuaca, kasar, dan tidak licin.

5. Larangan dan Hambatan Jalur Pemandu

Sesuai dengan landasan aksesibilitas, jalur guiding block dirancang agar bebas dari segala macam hambatan fisik, yaitu:

  • Dilarang untuk menempatkan tiang listrik, pohon, pot tanaman, atau pos polisi di tengah jalur pemandu.
  • Dilarang digunakan sebagai area parkir kendaraan bermotor atau lapak pedagang kaki lima (PKL).

Pada perencanaanya nanti Anda bisa mengacu secara detail pada  Buku Saku Disabilitas Dinas Cipta Karya DKI Jakarta atau dokumen teknis Kementerian PUPR guna menghindari kesalahan pemasangan jalur yang membahayakan.

Standar Pemasangan Guiding Block yang Benar

Sebagaimana pembahasan sebelumnya standar pemasangan guiding block diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No. 14/PRT/M/2017 dan regulasi teknis nasional.

Adapun berikut adalah ringkasan standar pemasangan guiding block:

Jangan asal pasang! 

Pola garis line (type Go) dipasang sejajar lurus dengan arah jalur jalan untuk menuntun arah pengguna berjalan. Jalur guiding block harus lurus dan bebas dari segala hambatan objek fisik.

Catat ini penting dilarang keras mengarahkan jalur guiding block ke tiang listrik, pot tanaman, lubang drainase, atau diposisikan di tempat parkir kendaraan dan lapak PKL (Pedagang Kaki Lima).

Kemudian guiding block pola dot (type Stop) dipasang sebelum area tangga, ramp, pintu masuk gedung, halter, tepi peron, serta batas trotoar yang langsung berbatasan dengan jalan raya.

Pastikan pemasangan ubin harus sejajar dan rata dengan permukaan paving reguler di sekitarnya. Lalu total lebar jalur pemandu idealnya berkisar 30 cm hingga 60 cm di tengah jalur pedestrian.

Kemudian kerapatan antara sambungan wajib dipasang rapat, lurus, dan sisa semen pun perekat dibersihkan agar tidak menyumbat celah tekstur yang timbul.

Sebelum Anda memulai proyek ada baiknya untuk membuat gambar kerja (shop drawing) terlebih dulu, setelah itu bisa juga melibatkan komunitas penyandang disabilitas setempat untuk melakukan uji coba lintasan menggunakan tongkat pemandu.

Meski standar pemasangan guiding block sudah diatur, penerapannya di lapangan masih sering keliru. Akibatnya, jalur pedestrian justru kurang aman dan membingungkan penyandang disabilitas saat digunakan. 

Baca Juga: Berapa Harga Guiding Block per m2 di 2026? Ini Daftar Terbaru dan Jenisnya

Kesalahan Pemasangan Guiding Block yang Masih Sering Ditemukan

Contoh kesalahan pemasangan guiding block pada area pedestrian

Nah, berikut adalah beberapa kesalahan yang kerap dijumpai dalam pemasangan guiding block yang tidak sesuai dengan standar yang benar:

Guiding Block Mengarah ke Penghalang

Masih banyak guiding block yang justru mengarah ke tiang, pohon, drainase, atau penghalang lain sehingga membahayakan penyandang disabilitas saat berjalan.

Warna Guiding Block Tidak Kontras

Warna guiding block yang terlalu mirip dengan permukaan pedestrian membuat jalur pemandu sulit dikenali, terutama bagi pengguna low vision.

Jalur Guiding Block Terputus

Jalur guiding block yang terputus dapat membingungkan pengguna tunanetra karena arah pedestrian menjadi tidak jelas dan sulit diikuti.

Permukaan Guiding Block Licin

Guiding block dengan permukaan licin berisiko menyebabkan pengguna terpeleset, terutama pada area outdoor saat hujan.

Salah Menggunakan Pola Dot dan Line

Penggunaan pola guiding block dot dan line yang tidak tepat membuat fungsi tactile paving sebagai jalur pemandu menjadi kurang efektif.

Pemasangan guiding block yang tidak sesuai standar dapat mengurangi fungsi aksesibilitas dan membahayakan penyandang disabilitas saat menggunakan jalur pedestrian. 

Karena itu, pemasangan guiding block harus mengikuti regulasi yang tepat agar area publik tetap aman, nyaman, dan ramah difabel.

Rekomendasi Guiding Block yang Sesuai Standar dan Tahan Lama

Rekomendasi Guiding Block yang Sesuai Standar dan Tahan Lama

Kalau Anda sedang mencari guiding block yang sesuai standar regulasi dan tahan lama untuk area pedestrian, Futake Pedestrian bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Kenapa Futake?

Karena berpengalaman dalam produk street furniture dan fasilitas pedestrian, Futake menyediakan berbagai jenis guiding block berkualitas dengan pilihan material seperti stainless steel, aluminium, PVC, hingga komposit untuk kebutuhan indoor maupun outdoor.

Menariknya, Anda juga bisa membeli satuan untuk sampel terlebih dulu agar lebih yakin dengan kualitas dan spesifikasi produknya sebelum pemesanan proyek dalam jumlah besar. 

Jika masih bingung menentukan jenis guiding block yang sesuai kebutuhan, langsung saja konsultasikan bersama Tim Futake Pedestrian melalui WhatsApp di 0813-7799-0055.