Bagaimana Pengelolaan Tempat Sampah Pasar yang Baik?

Daftar Isi

Pernah masuk ke pasar tradisional, tetapi sebelum berbelanja Anda sudah ingin keluar karena lantainya becek, bau, dan ada tumpukan sampah dimana-mana?

Masalah seperti ini sering kali terjadi karena penggunaan tempat sampah yang terlalu kecil, materialnya jelek, tidak ada pemilahan, tanpa penutup, atau jumlahnya kurang.

Lalu, apa akibatnya?

Permasalahan sampah di pasar yang tidak terselesaikan bisa menurunkan estetika, mengganggu aktivitas pasar, dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Padahal, membuat pasar bersih dan nyaman itu tidaklah sulit.

Hal yang harus dilakukan adalah merencanakan sistem pengelolaan sampah dengan tepat.

Untuk mengetahuinya, yuk kita bahas mulai dari apa yang dimaksud dengan pengelolaan sampah pasar yang ideal?

Apa Itu Pengelolaan Tempat Sampah Pasar?

Pengelolaan tempat sampah pasar adalah proses mengatur bagaimana sampah yang dihasilkan pedagang dan pengunjung ditampung, dikumpulkan, dan dibuang secara sistematis.

Tujuan utamanya agar lingkungan pasar tetap bersih, nyaman, dan higienis.

Dari keseluruhan proses tersebut, tempat sampah memiliki peran penting sebagai titik pertama pengelolaan sampah di pasar.

Nah, sampah dari pedagang atau pengunjung seharusnya langsung dibuang ke tempat sampah terdekat, lalu diangkut secara berkala ke TPS internal pasar, dan akhirnya dibawa ke TPA atau fasilitas pemrosesan akhir.

Jika titik pertamanya saja sudah gagal, maka keseluruhan sistem tidak akan bisa berjalan.

Oleh karena itu, merencanakan tempat sampah di pasar harus benar mulai dari ukuran, material, jumlah yang cukup, hingga peletakannya yang mendukung alur operasional.

Standar dan Prinsip Pengelolaan Sampah Pasar

Pengelolaan sampah di pasar tidak boleh dilakukan sembarangan, karena ada standar dan prinsip yang harus dilakukan.

Salah satu prinsip dasarnya adalah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang menekankan bahwa pengelolaan sampah terbaik dimulai dari sumbernya.

Oleh karena itu, penggunaan tempat sampah terpisah antara organik, anorganik, dan residu sangat direkomendasikan untuk membantu prinsip ini.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan untuk pengelolaan pasar yang bersih dan sehat melalui Permenkes No. 17 Tahun 2020.

Dengan memahami prinsip dan standar yang ada, pengelola pasar dapat membangun sistem yang lebih stabil, terukur, dan berkelanjutan.

Memahami Spesifikasi Tempat Sampah untuk Pasar

Tempat sampah untuk area pasar berbeda dengan tempat sampah yang digunakan di taman, sekolah, atau perkantoran.

Hal ini karena intensitas penggunaan jauh lebih tinggi dan jumlah sampah lebih besar.

Oleh karena itu, pemilihan spesifikasi tempat sampah harus dilakukan dengan tepat.

Berikut beberapa aspek yang harus diperhatikan ketika memilih tempat sampah:

Material

Pemilihan material tempat sampah sangat krusial karena mempengaruhi ketahanan dan umur pakainya.

Untuk area pasar membutuhkan tempat sampah dengan material yang tahan korosi, mampu menahan sampah yang berat, tidak mudah rusak, dan kuat terhadap benturan.

Material besi cor sering dipilih karena solid, kokoh, dan digunakan hingga bertahun-tahun meski dalam kondisi ekstrem.

Baca juga: Panduan Memilih Material Tempat Sampah, Mana yang Paling Tahan Lama?

Kapasitas

Setiap harinya pasar bisa menghasilkan sampah puluhan hingga ratusan kilogram.

Oleh karena itu, area pasar memerlukan tempat sampah dengan kapasitas yang cukup besar untuk menampung keseluruhan sampah.

Namun, pemilihan kapasitasnya juga harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jumlah pedagang di zona tersebut
  • Volume sampah yang dihasilkan
  • Frekuensi pengangkutan harian
  • Jenis aktivitas perdagangan

Semakin padat aktivitas, semakin besar juga kapasitas tempat sampah yang dibutuhkan.

Model Tempat Sampah

Saat ini, banyak pasar yang menerapkan sistem pemilahan sejak dari sumbernya dengan model tempat sampah 2-in-1 atau 3-in-1.

Model 2-in-1 adalah tempat sampah dengan pemilahan sampah organik dan anorganik, sedangkan 3-in-1 ada penambahan satu jenis sampah residu yang tidak bisa didaur ulang.

Untuk memudahkan pedagang maupun pengunjung, tempat sampah ini biasanya dilengkapi identifikasi visual yang jelas seperti warna, tulisan atau ikon sederhana.

Penutup anti bau

Tempat sampah yang dibiarkan terbuka di area pasar bisa menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan.

Oleh karena itu, perlu adanya penutup yang tertutup rapat agar gas amonia dan bau pembusukan tidak langsung menyebar.

Mekanisme tutup bisa berupa engsel, injakan pedal, atau sistem tekan ringan yang nyaman digunakan.

Desain anti vandal dan anchoring

Tempat sampah pasar harus dirancang untuk menghadapi risiko kerusakan fisik akibat benturan, pergeseran, atau bahkan tindakan pengrusakan.

Maka dari itu, desain anti vandal diperlukan seperti dinding yang lebih tebal, konstruksi stabil, dan bentuk yang tidak mudah dirusak.

Selain itu, sistem anchoring seperti baut tanam, tiang pengunci permanen, atau dudukan metal juga diperlukan agar tempat sampah tidak mudah bergeser dan dicuri.

Tata Letak dan Penempatan Tempat Sampah di Pasar

Tata letak tempat sampah menjadi salah satu faktor kebersihan pengelolaan sampah di pasar.

Menyediakan tempat sampah dalam jumlah banyak saja tidaklah cukup.

Pastikan juga setiap unitnya ditempatkan di titik paling tepat sesuai pola aktivitas pedagang dan pengunjung. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

Distribusi berdasarkan zona

Penempatan tempat sampah berdasarkan zona perlu dilakukan agar setiap area memiliki fasilitas pembuangan yang memadai sesuai karakteristik sampah yang dihasilkan.

Zona tersebut dapat dibagi sebagai berikut:

  • Area pedagang makanan basah
  • Area kering
  • Zona makan/ food court
  • Pintu masuk dan koridor
  • Titik penampungan sementara (TPS internal)

Jarak ideal antar titik

Jarak antar tempat sampah yang ideal ditentukan dengan ukuran dan kepadatan sampah.

Untuk pasar dengan kawasan ramai, jarak 10-20 meter cukup ideal agar pedagang dan pengunjung tidak perlu berjalan jauh untuk membuang sampah.

Baca juga: Berapa Jarak Pemasangan Tempat Sampah di Pedestrian yang Tepat?

Perbedaan kebutuhan pasar tradisional vs modern

Ada perbedaan penempatan tempat sampah antara pasar modern dan tradisional.

Pasar modern biasanya memiliki standar desain, jalur sirkulasi yang jelas serta zoning produk yang tertata sehingga titik penempatan tempat sampah bisa dirancang lebih sistematis sejak fase pembangunan.

Sementara itu, pasar tradisional sering berkembang secara organik atau mengalami renovasi, sehingga solusi penempatan perlu lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Best Practice Pengelolaan Tempat Sampah Pasar

Berikut langkah praktis agar pengelolaan tempat sampah di pasar dapat berjalan dengan baik.

Langkah perencanaan

Langkah perencanaan ini dimulai dari menganalisa volume sampah harian di setiap zona pasar.

Data ini menjadi dasar untuk menentukan jumlah dan kapasitas tempat sampah yang sesuai di lapangan.

Selain itu, data yang diperoleh juga menentukan penempatan dan jenis tempat sampah yang dibutuhkan.

Operasional dan SOP

Selain penyediaan tempat sampah, aspek operasional juga menentukan keberhasilan pengelolaan sampah di pasar.

Pengelola pasar perlu menetapkan jadwal pengangkutan sampah yang konsisten untuk meminimalisir penumpukan sampah.

Selain itu, setiap tempat sampah harus rutin dicuci agar tetap higienis dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Pilih produsen berpengalaman

Pemilihan produsen ini sangat menentukan sukses atau tidaknya pengelolaan sampah di pasar.

Produsen berpengalaman biasanya bisa memahami kondisi dan karakter pasar, sehingga dapat merancang tempat sampah yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain menjual produk, pastikan juga produsen tersebut menyediakan layanan pendukung seperti pengiriman, instalasi, hingga perawatan (perbaikan produk).

Rekomendasi Tempat Sampah untuk Pasar

Pada akhirnya, pengelolaan tempat sampah yang baik bisa menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan higienis.

Dengan pemilihan desain dan material yang tepat, tempat sampah di pasar dapat digunakan hingga bertahun-tahun meskipun minim perawatan.

Untuk pemilihan tempat sampah Anda tidak perlu khawatir dan kebingungan.

Futake Pedestrian menyediakan beragam pilihan tempat sampah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tradisional maupun modern.

Mulai dari tempat sampah besi cor tahan korosi, model tempat sampah 2-in1 atau 3-in-1, hingga tempat sampah berpenutup untuk menjaga kenyamanan.

Selain itu, kami juga menyediakan tempat sampah dengan sistem anchoring agar tidak mudah bergeser atau dicuri.

Jadi, tunggu apa lagi?

Hubungi Futake Pedestrian hari ini untuk mendapatkan rekomendasi tempat sampah pasar terbaik untuk Anda.

Ingin Area Publik Tetap Bersih dan Rapi?

Tempat sampah custom Futake Pedestrian siap jadi solusi urban yang praktis dan stylish.